Potret24.com, Pekanbaru – Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, meminta Lurah Padang Terubuk, Kecamatan Senapelan, segera dilakukan tes urine. Permintaan itu menyusul adanya keanehan pada diri lurah saat Komisi I mengundangnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) kemarin.
Hal itu dibunyikan dalam RDP yang mengundang Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru, Selasa (14/07/2020) pagi.
Selain BKPSDM, hadir dalam rapat itu Inspektorat Pekanbaru dan Camat Senapelan. Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi I Doni Saputra didampingi Wakil Ketua Krismat dan Anggota Firmansyah, Victor Parulian dan Ida Yulita Susanti.
Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru, Doni Saputra, dalam RDP menyebutkan, apa yang terjadi pada lurah ini sudah diluar batas. Bahkan, politisi PAN ini mengungkapkan jika Lurah Padang Terubuk disinyalir memiliki track record yang sangat buruk waktu jadi Lurah Pulau Karomah.
“Sikap lurah ini waktu kami panggil dia ngoceh terus. Padahal AC di dalam ini dingin, keringatnya keluar sebesar jagung. Seperti ada yang dimakannya,” cetus Doni sebagaimana dikutip dari beritariau.com.
Senada juga disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Ida Yulita Susanti. Politisi Golkar ini juga membenarkan Lurah Padang Terubuk saat dipanggil dalam kondisi yang tidak normal.
“Kami lihat seperti ada yang dimakannya. Bibirnya bergetar dan gigi digigit-gigit. Ini perlu dilakukan tes urine. Jujur saja, kita tidak bisa diskusi masalah aturan hukum dengan komunikasi seperti itu,” ucap Ida.
Bahkan, warga yang ada di RW 02 Padang Terubuk, mendapat intervensi dari Lurah saat warga bereaksi mengenai adanya pemecatan RW yang dilakukan oleh lurah secara semena-mena.
“Mereka (warga,red) sudah diancam. Lurah gerakkan ormas. Kita minta persoalan ini diselesaikan. Kalaupun rekonsiliasi, kami siap turun kesana,” jelas Ida.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdako Pekanbaru, Syafrian Tommy, dalam RDP juga menyebutkan, sejak kasus pemecatan RW ini bergulir, pihaknya sudah menerima surat aduan yang diterima melalui Camat Senapelan. Namun lurah tetap ngotot dan tetap membuat pelantikan Plt RW.
“Pada Jumat lalu kami panggil dan memberikan pembinaan. Supaya tidak gaduh RT/RW ini, hasil juga sudah kami rangkum dan menyampaikan ini ke Walikota Pekanbaru,” jelasnya.
Atas kondisi itu, Camat Senapelan, Fabillah Sandy mengatakan, pihaknya melanjutkan hal ini ke BKPSDM untuk ditindaklanjuti. Beberapa metode pola pembinaan pegawai sudah diterapkan.
“Sama-sama kita dengar, sesuai dengan regulasi yang ada BKPSDM yang melaksanakan permintaan (tes urine,red) oleh Komisi I tersebut,” pungkasnya. (br)












