Potret Peristiwa

Tak Terima Diberi Saran, Ketua PPK Kuantan Mudik Gebrak Meja Saat Pleno

64
×

Tak Terima Diberi Saran, Ketua PPK Kuantan Mudik Gebrak Meja Saat Pleno

Sebarkan artikel ini

Potret24.com, Kuansing- Ketua Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) Kuantan Mudik dinilai arogan. Dia menggebrak meja usai diberikan saran oleh salah seorang caleg. 

Hal tersebut terjadi saat pembacaan hasil pencoblosan pada pemilu 17 April di rapat pleno kecamatan, Minggu (21/4/2019) malam.

Dari pantauan Potret24.com di aula kantor Camat Kuatanmudik, dari awal dimulainya pembacaan hasil penghitungan suara, rapat pleno tersebut sudah dimulai dengan suasana tegang. Pasalnya, banyak tejadi kesalahan sehingga menimbulkan protes dari beberapa saksi partai yang hadir dalam rapat pleno tersebut.

Hal tersebut berlangsung hingga malam hari, sampai pembacaan hasil penghitungan suara di beberapa desa untuk suara calon  legislatif Kabupaten Kuantan Singingi, kembali menimbulkan ketegangan. Dari enam desa yang dibacakan ada beberapa desa yang mengalami kesalahan sehingga menimbulkan dugaan adanya kecurangan dalam pemilihan.

Hal itu langsung menyulut protes dari saksi partai yang hadir di rapat pleno tersebut. Salah satunya saksi dari partai PKB, Yogi Prinaldi, yang menyampaikan keberatan dari hasil C1 hologran yang tidak sesuai dengan hasil C1 yang diterima saksi.

“Saya keberatan ketua, dalam C1 tps 1 Desa Sungai Manau ini ada beberapa yang tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya. C1 yang kami terima semuanya jumlah suara Hamza Alim itu 5 suara, kenapa dihologram sampai 15 suara, ini pelanggaran,” protesnya.

Sementara itu, Keua PPK Kecamatan Kuantan Mudik, Pendra Gusnaldi menanggapi tersebut terkesan tidak terima dengan keberatan yang disampaikan saksi tersebut.

“Kawan kawan saksi, tolong kita selesaikan pleno tersebut dengan kepala dingin. Beruntung di sini petugas kita tidak ada yang meninggal, di luar sana bahkan banyak yang meninggal karena pekerjaan ini. Padahal gajinya berapa. Harap maklum aja kesalahan kesalahan itu, mereka kerjanya capek sampai subuh,” ungkapnya.

Sementata itu, salah seorang calon legislatif mengusulkan, untuk permasalahan keberatan tersebut harus ditanggapi langsung oleh PPK dan Panwas. Bukanya melalui voting suara terbanyak dari saksi untuk menyelesaikan masalah.

Mendapatkan masukan tersebut, Ketua PPK tersebut Pendra tidak terima sehingga langsung mengatakan, untuk pleno selanjutnya tidak ada calon legislatif yang berbicara dalam rapat pleno.

“Besok tidak ada lagi calon yang berbicara, kecuali saksi partai,” ketusnya dengan nada kesal sambil meninju meja. 

Sikapnya ini sontak menyulut emosi dari beberapa saksi yang menyaksikan rapat pleno tersebut. (Doni)