Potret24.com, Padang- Metro TV kembali mendapat sorotan warganet, apalagi kalau bukan masalah pemberitaan negatif terhadap calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.
Dalam berita “Prime Time” yang tayang pada pukul 18.00 WIB, stasiun televisi milik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tersebut mewartakan kegiatan kampanye terbuka Prabowo di Danau Cimpago, Pantai Padang, Kota Padang Sumatera Barat.
Di berita tersebut, Metro TV menyebut Prabowo ditinggal pendukungnya saat berorasi karena teriknya matahari.
Atas berita yang juga diunggah di akun Twitter @Metro_TV dengan judul “Prabowo Ditinggal Pendukungnya Saat Orasi di Padang” tersebut, Metro TV dicaci-maki warganet, karena dianggap membuat berita bohong dan tidak sesuai dengan kenyataan.
“Televisi paling tdk brkualitas. Saya serukan kwn2, jngn anda pernah liat acara di Metro tv…,” cuit Nady Muhamad Syd lewat akun @nady_syd.
“MetroTivu dapet duit dari ngejilat sih, bukan dr iklan…wkwkwk,” kata @NeoAmzah.
Tak hanya itu, warga net juga membandingkan kampanye Prabowo di Padang yang berada di lapangan terbuka dengan kampanye Jokowi di Palembang yang dilaksanakan di hall, namun masih banyak terdapat bangku kosong.
Seperti diketahui, pemberitaan Metro TV di masa kampanye Pilpres ini mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Tak hanya dari masyarakat dan tim capres 02, tapi juga telah disorot oleh Komisi Penyiaran Indonesia.
Pada awal Maret 2019 lalu, KPID Jakarta telah “menjewer” Metro TV atas pemberitaannya yang berat sebelah.
Berdasarkan temuan KPID DKI Jakarta, Metro TV menayangkan berita-berita tentang Pilpres 2019 tidak berimbang antara pasangan calon nomor paslon 01. Perbandingannya, 78 persen untuk berita terkait pasangan calon 01, netral 15 persen, dan 7 persen untuk paslon 02.
Selain sisi frekuensi dan durasi yang tidak berimbang secara tone untuk paslon 01 dan 02 berbeda, dimana semua konten pemberitaan mengenai pasangan calon 01 cenderung positif sementara pemberitaan mengenai pasangan calon 02 lebih cenderung negatif.
“Hasil monitoring kami mengatakan konten pemberitaan terkait Paslon Nomor 01 dan 02 ada disparitas frekuensi yang cukup tajam, selain itu untuk 01 memiliki kecenderungan tone positif, tapi sebaliknya untuk Paslon 02,” kata Puji Hartoyo Ketua Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID DKI Jakarta. (Lis)












