Potret Riau

Perkuat Padamkan Karhutla Lewat Udara, Riau Minta Tambah Helikopter

64
×

Perkuat Padamkan Karhutla Lewat Udara, Riau Minta Tambah Helikopter

Sebarkan artikel ini

Potret24.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memperkuat peralatan untuk pemadaman kebakaran lahan di Riau.

Saat ini setidaknya ada 7 unit heli yang disiapkan untuk melakukan pengeboman air atau water bombing dari udara di lokasi lahan yang terbakar.

Di antaranya 3 unit helikopter dari BNPB, 3 unit dari PT Sinar Mas serta 1 unit dari KLHK. Selain helikopter, Pemprov Riau juga meneruma bantuan heli untuk patroli udara sebanyak 5 unit.

Di antaranya, 1 unit heli TNI AU, 1 unit heli TNI AD, 1 unit heli Polri, 1 unit heli KLHK, 1 unit heli RAPP. Ditambah juga satu pesawat jenis Cassa untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Dengan kekuatan tersebut dirasa kurang maksimal. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger meminta bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

BPBD Riau mengusulan permohonan bantuan satu unit heli lagi untuk memperkuat water bombing memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.

“Ini sekarang kita mengajukan tambahan helikopter Sikorsky. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa didatangkan ke Riau guna memaksimalkan penanggulangan Karhutla di Riau,” kata Edward di Jakarta melalui sambungan telepon.

Selain permintaan tambahan heli Sikorsky, sebelumnya, sebanyak empat heli juga sudah didatangkan untuk pemadaman Karhutla di Riau.

Yakni, satu jenis heli bell 412 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kemudian tiga heli dari bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seperti dua jenis heli MI serta satu lagi heli jenis Kamov. Selain mengajukan permohonan bantuan helikopter, BPBD Riau juga mengajukan permohonan peralatan seperti tenda serta peralatan teknis lainnya.

Sejumlah pejabat ditemui  Edwar  Sanger  di BNPB, yakni Sestama BNPB Dody Ruswandi, Direktur Peralatan BNPB Rustian, Direktur Tanggap Darurat BNPB, Yolak Dalimunte. 

Edward menyebut, kebakaran lahan di Riau sudah berhasil dipadamkan.

Meskipun hingga saat ini masih ada beberapa wilayah yang masih dalam tahap pendinginan.

Berdasarkan data BPBD Riau beberapa wilayah yang saat ini masih dalam tahap pendinginan ada di Dusun Tua Makmur, Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan Bengkalis.

Kemudian, di Bukit Kapur Dumai, Jalan Datuk Manan, Keluarahan Teluk Makmur, Kota Dumai serta di Jalan Hasan, Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan Bengkalis.

“Kemudian di Jalan Perbatasan, Kelurahan Guntung dengan Kelurahan Teluk Makmur, Kota Dumai juga dalam proses pendinginan lanjutan. Ini memang harus diperhatikan, karena di beberapa masih ada asap tebal yang bisa berakibat kembali muncul api. Apalagi dengan kondisi angin kencang dan panas terik,” katanya.

Edwar mengungkapkan, hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Riau selema beberapa hari belakangan ini cukup membantu proses pemadaman kebakaran lahan di Riau.

“Alhamdulillah Allah menolong kita dengan hujan, beberapa titik hotspot yang ada kemarin telah padam. Sekarang tinggal beberapa titik aja di Dumai yang sedang melakukan pendinginan,” kata Edward.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantuan dan patroli serta pendinginan di sejumlah lokasi yang sebelumnya terjadi kebakaran lahan.

Sebab jika tidak diawasi, bisa saja ambil kembali muncul dan meluas.

“Sementara ini memang sudah clear, tapi kita tetap waspada dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk tidak terbakar lahan lagi,” ujarnya.

Kewaspadaan perlu ditingkatkan, apalagi mulai bulan Juni mendatang diprediksi akan memasuki musim kemarau yang cukup ekstrim.

Sehingga sangat berpotensi munculnya kembali titik api dan kebakaran lahan di Riau.

“Iya, memang kalau prediski BMKG kan sampai Mei masih ada hujan, mudah-mudahan lah dengan adanya hujan ini bisa meringankan tugas kita selama ini. Sekarang masih standby di posko, ada tiga Heli dari BNPB,” katanya.

Seperti diketahui, akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau sejumlah wilayah di Riau terkena dampak kabut asap.

Kondisi ini membuat udara di sejumlah wilayah di Riau tidak sehat.

Seperti yang terjadi di Dumai dan Rokan Hilir. Bahkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang berada di Rohil menunjukkan udara di wilayah tersebut berada pada level sangat tidak sehat. (Lis)