Potret Riau

Membahayakan, DPRD Riau Tegaskan Jembatan Siak IV Wajib Ditutup

57
×

Membahayakan, DPRD Riau Tegaskan Jembatan Siak IV Wajib Ditutup

Sebarkan artikel ini

Potret24.com, Pekanbaru – Terkait adanya wacana penutupan jembatan siak IV atau Marhum Bukit untuk sementara, pihak komisi IV  DPRD Riau menilai, hal tersebut memang wajib dilaksanakan, jika itu memang akan membahayakan kepada masyarakat.

Salah seorang anggota Komisi IV DPRD Riau, Abdul Wahid mengatakan, pihak Pemprov wajib memastikan bagaimana kondisi baut yang hilang tersebut, apakah memang akan membahayakan atau tidak.

“Harus dipastikan dulu apakah memang membahayakan atau tidak, jika baut yang hilang tidak substansi atau hanya sedikit dan tidak sama sekali tidak berpengaruh terhadap jembatan, maka tidak menjadi persoalan, tinggal ditambah atau diperbaiki namun jika itu membahayakan, maka sangat wajib untuk dilakukan penutupan sementara,” kata Wahid, Minggu (14/4/2019) malam.

Wahid juga menjelaskan, jangan sampai masyarakat yang menjadi korban karena keterlambatan untuk mengambil kebijakan oleh pihak Pemprov Riau. Karena itu harus segera dilakukan pengecekan untuk memastikan kondisinya.

“Kalau memang harus ditutup sementara itu harus segera dilakukan, jangan sampai menunggu masyarakat menjadi korban dalam hal ini,” ujar Wahid.  

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau mempertimbangkan untuk menutup sementara Jembatan Siak IV yang baru saja diresmikan medio Maret 2019. Sebab, ratusan baut hilang akibat dicuri.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Riau Yunnas Haris mengatakan sekitar 100 baut hilang hingga dikhawatirkan membahayakan jika tetap dibuka untuk umum.

“(Hilangnya baut-baut) ini berpengaruh terhadap kekuatan jembatan. Kalau memang nanti membahayakan, (jembatan) kita akan tutup sementara,” kata Yunnas, Minggu (14/4/2019).

Haris menyayangkan insiden hilangnya baut tersebut.

Menurut dia, seharusnya masyarakat dapat bersama-sama menjaga jembatan yang belakangan menjadi ikon baru Provinsi Riau tersebut. Terlebih lagi, baut yang hilang itu tidak serta-merta dapat dibeli di pasar, melainkan harus dipesan khusus. 

“Bingung kita melihat kondisi ini. Kok tidak ada rasa memiliki,” ujarnya.

Selain baut, dia menyebut sejumlah material lainnya juga hilang dalam beberapa waktu terakhir. Di antaranya penangkal petir, yang juga raib diambil orang tidak bertanggung jawab. 

“Kemarin penangkal petir juga hilang. Tapi sudah kita ganti,” tuturnya.

Sementara itu, saat disinggung pengawasan jembatan, pihaknya sejauh ini hanya bisa melakukan pengawasan secara acak. Dia mengaku tidak mungkin menempatkan personel 24 jam untuk mengawasi maling.

“Kita kan tidak bisa awasi 24 jam. Memang kita awasi, tapi lengah saja sedikit, baut-baut itu langsung dicuri, padahal besinya itu kan tertanam,” ujarnya. (advertorial)