Potret24.com – Dalam penyelenggaraan pemilu 2019 ini, masalah terkait netralitas penyelenggara dan institusi sedang menjadi sorotan. Terlebih setelah beberapa waktu lalu seorang Kapolsek mengaku diintimidasi dan diminta memenangkan paslon tertentu.
Untuk mengatasi hal tersebut dan menghindari pemilu dari kecurangan, sekelompok anak muda di Indonesia menciptakan sebuah platform bernama Jagapemilu.com. Platform ini dapat menampung informasi mengenai tekanan-tekanan yang dihadapi siapapun atau institusi apapun untuk kepentingan Pemilihan Umum 2019.
“Ini adalah platform partisipasi publik, dan ini merupakan platform pelaporan mengenai informasi dugaan kecurangan ataupun tekanan yang dihadapi siapapun,” kata Kordinator Tim Jagapemilu.com, Abdul Malik Raharusun, Senin (8/4/2019).
Dalam menggunakan platform ini, pengguna hanya tinggal mengisi form, layaknya Google Form, mengenai asal instansi, bentuk kecurangan, dan menyertai bukti-bukti dokumen atau foto. Soal keamanan, para pelapor dijamin kerahasiaannya, karena pelapor tidak perlu menuliskan identitas mereka.
“Karenanya tidak perlu ada kekhawatiran tentang itu. Namun kami membuka opsi jika pelapor berkenan untuk memberikan nomor atau alamat email untuk kami hubungi, agar informasi dapat diverifikasi kebenarannya,” ujarnya
Mengenai teknologi, Abdul Malik mengatakan, timnya menggunakan teknologi pemprograman web sederhana seperti pada umumnya. Dia menjamin, platform ini tidak terafiliasi dengan kelompok politik manapun.
Untuk pembiayaan, Abdul mengatakan, pembuatan platform ini tidak membutuhkan biaya yang fantastis. Sebab platform ini hanyalah platform biasa yang dikerjakan beberapa anak muda dalam hitungan dua hari dan seluruh pembiayaan bersumber dari kantong pribadi para inisiator.
“Jadi tidak ada afiliasi dengan parpol manapun dan Tidak ada satu pun dari inisiator Jagapemilu.com yang menjadi anggota partai politik atau menjadi tim sukses dari peserta pemilu, baik pileg maupun pilpres,” ujarnya. (Lis)












