Potret24.com – Bayi kembar laki-laki lahir dari rahim Elis Nurlatifah (29) di RSUD Cililin, Bandung Barat pada Rabu (20/3/2019) lalu. Sang ayah menamai anak kembar identiknya dengan nama capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo – Sandiaga.
Rona bahagia terpancar dari wajah Dede Wahyudin (38), ayah dua bayi tersebut, saat menceritakan kedua jagoannya itu kepada Detikcom, di kediamannya di Kampung Bojongloa, Desa Pasirpogor, Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.
“Alhamdulillah Selasa ke rumah sakit, lahirnya hari Rabu jam 1 siang,” ujar Dede, Sabtu (23/3/2019).
Memperoleh dua bayi laki-laki, sontak ia menamai keduanya dengan nama Muhammad Prabowo dan Muhammad Sandiaga. Nama itu telah ia persiapkan saat kehamilan istrinya menginjak sembilan bulan.
“Nama keduanya belum saya tuliskan untuk akta, karena belum keluar dari rumah sakitnya,” ujar Dede.
Keduanya lahir dengan bobot masing-masing 2,5 kg dan 2,1 kg dengan tinggi sekitar 46 cm.
“Saya bukan orang partai, tapi saya kagum dengan kedua orang tersebut,” katanya.
Dede mengatakan kedua anaknya lahir secara caesar. Pasalnya, kondisi medis tak memungkinkan bagi sang ibu untuk melahirkan secara normal.
“Sudah menggunakan perangsang tiga kali tapi belum bisa. Dokter di sana yang menyarankan agar di cesar. Alhamdulillah bisa lahir juga anak kami, saya bangga,” ujar Wahyudin.
Sebelumnya ia mengetahui anaknya akan terlahir kembar setelah melalui pemeriksaan USG di rumah sakit.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Unocmenganggap hal itu sebagai pertanda keberuntungan dan berkaca pada Pilgub DKI 2017.
“Penamaan pemimpin untuk bayi biasanya membawa keberuntungan. Kita ingat jelang Pilgub DKI lalu ada warga menamai bayinya Anies-Sandi dan kemudian Anies-Sandi menang Pilgub, hal yang sama saya harap kembali terjadi dengan Prabowo-Sandi,” kata anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN, Habiburokhman, Sabtu (23/3/2019).
Habiburokhman menilai penamaan bayi yang identik dengan pasangan capres-cawapres itu merupakan bukti cinta masyarakat. Sikap tersebut menurutnya tidak bisa direkayasa.
‘Itu bukti konkrit pak Prabowo dan bang Sandi begitu dicintai rakyat. Hal seperti itu tidak bisa diatur dan direkayasa, jelas sekali bahwa rakyat memang sudah yakin memilih Prabowo-Sandi,” ujarnya.
BPN juga mengapresiasi orang tua yang menamai bayi kembar itu. Hal itu menurut BPN akan menjadi motivasi tambahan bagi Prabowo-Sandi untuk bekerja lebih keras memperjuangkan nasib rakyat.
“Kami BPN mengucapkan terimkasih kepada orang tua yang telah memberikan nama pak Prabowo dan bang Sandi, insyaallah amanah yang orang tua yang menamakan anaknya Prabowo dan Sandi insyaallah Prabowo dan bang sandi akan berkeja keras memperbaiki nasib rakyat Indonesia sesuai harapan orang tua, insyallah mereka tidak salah memberikan nama Prabowo-Sandi,” kata juru bicara TKN, Andre Rosiade. (Lis)





