Potret Politik

DPRD Riau Gelar Paripurna Pandangan Fraksi Terhadap LKPJ Gubri 2018 & AMJ

71
×

DPRD Riau Gelar Paripurna Pandangan Fraksi Terhadap LKPJ Gubri 2018 & AMJ

Sebarkan artikel ini

Potret24.com, Pekanbaru- DPRD Riau menggelar rapat paripurna di ruang sidang DPRD Riau, Senin (18/02/2019).

Adapun agenda paripurna adalah penyampaian pandangan umum fraksi DPRD Riau terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Riau tahun 2018 dan LKPJ akhir masa jabatan (AMJ) 2014-2019.

Rapat Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau Kordias Pasaribu dihadiri Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli dan Wakil Ketua Noviwaldi Jusman dihadiri Sekdaprov Ahmad Hijazi serta unsurbForum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Riau dan 40 wakil rakyat Bumi Lancang Kuning.

Dalam paripurna, sebanyak 8 fraksi akan menyampaikan pandangnya. Dari delapan fraksi, empat fraksi tidak membacakan pandangan umumnya. Mereka lebih memilih menyerahkan langsung kepada pimpinan rapat.

Keempat fraksi adalah PDI Perjuangan melalui juru bicara Ev Tenger Sinaga, fraksi Demokrat, fraksi PPP dan Fraksi Gabungan Nasdem-Hanura.

Sedangkan empat fraksi yang membacakan pandangan umum mereka adalah Fraksi Partai Golkar melalui juru bicaranya Karmila Sari.

Dalam penyampaiannya, Karmila menyebutkan bahwa fraksi Golkar mengapresiasi kinerja Pemprov Riau dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pasalnya, dalam kurun lima tahun terakhir, fraksi Golkar merangkum bahwa angka kemiskinan di Riau menurun.

“Penurunan jumlah warga miskin, meningkatnya pendapatan perkapita dan realisasi PAD mencapai 91,8 persen patut mendapat apresiasi. Namun kedepannya sejumlah sektor yang mendatangkan PAD harus lebih ditingkatkan lagi, termasuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan pariwisata harus lebih digairahkan,”ujar Karmila.

Sedangkan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), dengan tajam menyoroti kinerja Pemprov Riau dalam lima tahun terakhir lewat juru bicaranya Bagus Santoso.

Selanjutnya, Fraksi Gerindra Sejahtera melalui juru bicara Markarius Anwar menyinggung tentang pembangunan infrastruktur yang belum merata diseluruh kabupaten dan kota di Riau.

Sedangkan Fraksi PKB dalam pandangan umum yang dibacakan Solihin Dahlan, menyayangkan pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2018 yang tumbuh lambat dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya 2,34 persen. (advertorial)