POTRET24.COM – Massa kader Partai Hanura melakukan aksi di depan kantor KPU RI. Mereka meminta Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) diloloskan sebagai caleg tetap Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Dilansir dari detikcom, massa mulai berkumpul di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, pukul 09.58 WIB, Senin (21/1/2019). Massa aksi tampak kompak mengenakan baju berwarna oranye berlogo Hanura.
Mereka juga membawa bendera Hanura yang bertuliskan nomor urut peserta pemilu dan Hanura DPD Provinsi. Massa menutupi dua ruas jalan di depan KPU.
Massa meminta KPU memasukkan OSO ke dalam Daftar Calon Tetap (DCT) DPD. KPU diminta meloloskan OSO sebagai caleg.
“Kita minta Ketua KPU dan Komisioner KPU memasukan ketua umum kita ke DCT kita minta diloloskan. OSO punya hak untuk menentukan sikap, tapi kenapa dizalimi” ujar orator dari atas mobil.
Imbas dari aksi ini, jalan di depan KPU menuju Bundaran HI ditutup dan dialihkan menuju Menteng. Kemacetan juga tampak terjadi dari arah Taman Suropati menuju KPU.
KPU sebelumnya memutuskan tetap tidak meloloskan OSO dalam pencalonan anggota legislatif DPD. Alasannya, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) melarang pengurus partai politik maju sebagai caleg DPD.
OSO diberikan waktu hingga 22 Januari 2019, untuk menyerahkan surat pengunduran diri sebagai pengurus partai. Nantinya, bila OSO tidak menyerahkan maka OSO tidak dapat dimasukan dalam DCT.
Surat Suara
KPU memastikan kasus pencalonan Oesman Sapta Oedang (OSO) sebagai anggota legislatif DPD tidak mengganggu proses pencetakan surat suara. KPU menyebut proses pencetakan surat suara tetap akan dilaksanakan.
“Nggak, (kasus OSO) nggak mengganggu. Kan totally kita finishing dan distribusi dua bulan. Jadi bulan Maret, satu bulan sebelum pemungutan, (surat suara) sudah sampai di kabupaten/kota. Ini juga nggak diproduksi semua, terus baru dikirim. Maksimal 60 hari sudah sampai semua sampai di kabupaten/kota,” kata Ketua KPU Arief Budiman, Jumat (18/1/2019) lalu. (Lis)












