POTRET24.COM – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, mengatakan berbelanja saat blusukan ke pasar memang bukan tujuannya.
Ia mengatakan, kegiatannya berkunjung ke pasar adalah untuk mendengarkan aspirasi dari pedagang dan pembeli.
Atas pernyataan Jokowi itu, Sandiaga mengaku mencoba berbaik sangka. Menurut dia, bisa saja orang yang Jokowi maksud bukan dirinya.
“Tapi kalau memang ditujukan kepada saya, yang bilang harga-harga di pasar naik dan tidak stabil itu bukan saya tetapi pedagang dan pembeli sendiri,” ujar Sandiaga.
Pernyataan Jokowi
Saat berkunjung ke Bandar Lampung, Jokowi menyinggung ada orang masuk ke pasar tradisional dan tidak membeli apa pun. Namun, ketika keluar pasar mengatakan harga barang di pasar tradisional mahal-mahal.
“Waktu ke pasar di Bogor, tempe yang panjang dan gede itu hanya Rp 4.000. Tadi pagi, saya juga ke Pasar Gintung, tempenya lebih murah lagi, Rp 3.500. Dimakan tiga hari saja enggak habis itu. Orang kalau itu (tempe) dipotong bisa jadi 15 lembar,” ujar Jokowi.
Hanya beberapa komoditas yang ia lihat mengalami fluktuasi harga. Salah satunya daging ayam.
Oleh sebab itu, Jokowi terkadang merasa kesal apabila ada yang mengatakan bahwa harga-harga bahan pangan di pasar tradisional mahal-mahal.
“Jangan lagi ada yang masuk ke pasar, enggak beli apa-apa, keluar pasar lalu bilangwah harganya mahal- mahal. Orang enggak pernah ke pasar juga, tiba-tiba nongol di pasar, keluar-keluar bilang harga mahal,” ujar Jokowi.
“Enggak mungkin orang super kaya, tiba-tiba datang ke pasar, enggak biasalah. Apalagi datang ke pasar, enggak beli apa-apa, tau-taubilang ini mahal, ini mahal,” lanjut dia. (Lis)












