Potret Lingkungan

Status Siaga Darurat Karhutla Berakhir, Pemkab Pelalawan Diminta Alokasikan Dana Khusus

69
×

Status Siaga Darurat Karhutla Berakhir, Pemkab Pelalawan Diminta Alokasikan Dana Khusus

Sebarkan artikel ini

POTRET24.COM, PELALAWAN – Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau telah diakhiri. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan diminta mengalokasikan dana khusua karhutla.

Pengakhiran status itu disepakati dalam Rapat Koordinasi evaluasi bersama seluruh perusahan yang beroperasi di Pelalawan. Status siaga darurat kebakaran karhutla di Kabupaten Pelalawan yang berlaku hampir empat bulan.

Sebelumnya status siaga darurat karhutla sempat diperpanjang siaga darurat karhutla 1 Februari sampai Juli 2018 di perpanjang 31 Oktober 2018. “Terhitung 16 Oktober 2018 diakhiri. Memasuki November ini, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sudah masuk curah hujan . Jadi status (darurat karhutla) tidak diperpanjang,” ujar Hadi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Selasa(16/10/2018) di lantai ruangan adioturium kantor Bupati Pelalawan.

Selama masa darurat karhutla, kata Hadi, titik panas atau hotspot di Kabupaten Pelalawan terpantau di 12 kecamatan. Sekitar 82 kejadian dan 270 hektar terbakar. Terdiri dari Kecamatan Langgam 7 kejadian sebanyak 13 hektar, Bandar Petalangan nihil, Pangkalan Kerinci 6 kajadian 27 ha terbakar, Pelalawan 3 kejadian 8 Hektar terbakar, Pangkalan kuras 6 kajadian 31 terbakar, Bunut Nihil, Bandar Petalangan 2 kejadian 14 Hektar terbakar, Pangkalan lesung Nihil, Ukui 21 kejadian 40 Hektar terbakar, kerumutan 17 kejadian 27 hektar terbakar, teluk meranti 15 kejadian 98 Hektar terbakar dan kuala kampar 5 kejadian 16 Hektar terbakar.

Sementara itu, Kapolres Pelalawan AKBP kaswandi Irwan SIK menyebutkan, paling banyak terjadi kebakaran di Teluk Meranti hamparan lahan gambut. “Saya terus terang tidak memakai anggaran khusus. Seperti saya memakai uang komando siaga darurat karhutla. Sekarang status sudah diakhiri. Sejalan dengan itu, Pemda harus alokasikan anggaran khusus,” ungkapnya

Selain itu, mengingat potensi karhutla juga cukup tinggi, Kapolres juga minta pertisipasi masyarakat digalakkan. Dia juga meminta perusahan agar mengevaluasi kembali kerjanya seperti mengubah menset untuk pekerja . Seperti membuat program bebas api.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengingatkan saat ini Pelalawan dihadapkan pada musim banjir dan tanah longsor. “Riau sudah masuk musim penghujan. Artinya, kita sedang dihadapkan pada musim banjir. Kita harus mulai waspadain banjir,” imbau kapolres.

Bupati yang diwakil bupati Pelalawan Zardewan mengakui karhutla beberapa tahun ini tidak separah tahun 2015. “Kebanyakan terjadi kebakaran banyak terdapat didekat perusahaan. Karena itu perlu diperhatikan kepada perusahan. Bila perusahan tidak sanggup tolong beri tahu kepada BPBD kabupaten agar cepat ditangani,” tegasnya. (Pjtn)