free website hit counter
Potret Bisnis 

Terciduk KPK, Bos-bos BUMN Dinilai Penghianat

Potret24.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya bos-bos badan usaha milik negara (BUMN) yang terciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sri Mulyani menyebut mereka sebagai penghianat. Pasalnya mereka yang sudah bekerja dengan baik akan dipandang negatif juga.

“Ini kan merupakan suatu reputasi yang berat. Buat mereka yang jujur, mereka yang komit, itu merupakan sesuatu penghianat,” kata dia di Kompleks Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Menurutnya, bukan tidak mungkin reputasi mereka yang sudah bekerja secara jujur akan ikut hancur terseret bos-bos BUMN yang terjerat korupsi.

“Jadi mereka merasa bahwa apa yang telah mereka lakukan dengan baik mudah sekali hancur reputasinya hanya karena adanya kejadian di antara BUMN, sehingga semua orang menganggap semuanya buruk,” jelas dia.

“Itu adalah sesuatu yang saya sebut memang selama ini di Kementerian Keuangan pun kalau kejadian seperti itu saya anggap itu adalah suatu penghianatan,” sambungnya.

Padahal tak sedikit mereka yang ada di BUMN sudah bekerja secara profesional dan baik. Adanya pihak-pihak yang mencoreng nama baik BUMN tentu akan membuat mereka kecewa.

“Dan mayoritas yang mereka ini pasti sangat kecewa dan tersakiti dengan adanya kejadian-kejadian seperti itu,” tambahnya.

Berdasarkan catatan detikcom, beberapa petinggi BUMN terjerat oleh KPK, yaitu Sofyan Basir yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada April 2019 lalu. Terseretnya Sofyan menjadi salah satu berita besar tahun ini, sebab saat itu dia adalah orang nomor satu di salah satu BUMN terbesar di Indonesia, PT PLN (Persero).

Wisnu Kuncoro sebelumnya Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Dia terjaring operasi OTT KPK pada Maret 2019 lalu. Wisnu ‘nyangkut’ di KPK terkait dugaan pengadaan barang dan jasa.

Yang masih segar, KPK mengamankan Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam dalam OTT pada 1 Agustus. Andra diduga menerima suap dari PT INTI.

Terbaru adalah Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Dolly Pulungan. Dia kena OTT pada Selasa (3/9/2019). Dolly Pulungan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi gula. Dia diduga menerima suap SGD 345 ribu dari pihak swasta. (Lis)

Related posts

%d blogger menyukai ini: