Pemkab Rohil Bangun Masjid Standard Internasional, Kembangkan Destinasi Wisata Religi

Advertorial Rohil

Potret24.com, Bagansiapiapi – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) akan membangun Masjid Muhammad Cheng Ho di Bangansiapiapi. Rumah ibadah umat muslim berstandar international itu dibangun atas sumbangan masyarakat muslim Tionghoa.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Cheng Ho ini dilaksanakan di kawasan pujasera di Kota Bagan oleh Gubernur Riau, Syamsuar didampingi Bupati Rohil, Suyatno, beberapa waktu lalu. 

“Pembangunan Masjid Muhammad Cheng Ho ini tentunya membanggakan masyarakat Rohil juga seluruh masyarakat Riau. Semoga ini membawa berkah kita semua,” kata Gubernur Riau. 

“Kita ucapan terima kasih atas sumbangan pembangunan Masjid Muhammad Cheng Ho ini. Ini akan menjadi masjid pertama Cheng Ho di Riau,” imbuhnya. 

Sementara itu Bupati Rohil menjelaskan, rencananya pembangunan Masjid Cheng Ho ini akan menelan dana sekitar Rp8 miliar sampai Rp10 miliar di atas lahan seluas 2 hektare. 

Dia mengungkapkan, bangunan tersebut akan dilengkapi menara setinggi 25 meter dan dilengkapi dengan taman pendidikan Alquran serta perpustakaan. Sumber dana pembangunan masjid tersebut berasal dari sumbangan warga Tionghoa. 

“Dana pembangunan Masjid Muhammad Cheng Ho merupakan sumbangan dari warga Tionghoa asal Bagansiapiapi yang telah mualaf. Mereka saat ini berada di Jakarta. Ada sekitar 200 orang warga Tionghoa yang telah muslim,” kata Suyatno. 

Pembangunan

Ketua Yayasan Fastabiqul Khoirot Kabupaten Rokan Hilir, Surya Arfan didampingi Ketua Dewan Masjid Indnesia (DMI) Rohil  Wazirwan Yunus meninjau penimbunan lokasi Masjid Ceng Ho di Kelurahan Bagan Barat Bagansiapiapi. 

Peninjauan dilakukan untuk memastikan konsep rencana awal dengan sistem penerapan manajemen modren pengelolaan Masjid Ceng ho Bagansiapiapi sebagai destinasi wisata religi pengembangan ekonomi kreatif lokal. Pemikiran ini termotivasi setelah kunjungan di dua masjid di Kota Batam, yaitu Masjid Jabal Arafah dan Masjid Ceng Ho Batam.

“Melihat masjid kota Batam kami merasa takjub. Dimana pengelolaan masjidnya dilakukan dengan manajemen modren. Tidak ada lagi ketua masjid, malainkan CEO yang membawahi direktur. Artinya rumah ibadah jangan lagi membebani umat, justru memakmurkan umat,” jelas Surya. 

Disinggung persetujuan masyarakat atas pembangunan Masjid Cheng Ho, Surya juga mempertanyakan kenapa warga belum siap menerima akan keberadaan masjid Ceng Ho disini. Apakah karena masjid berdekatan dengan masjid yang ada?

“Kalau memberikan kritikan itu biarlah kritikan yang sifatnya membangun,” tegasnya.

Pembangunan masjid ini nantinya tidak hanya tempat ibadah saja. Melainkan sebagai tempat wisata Religi, dengan mengadopsi suatu konsep manajemen modren Masjid Jabal Arafah yang berada di Kota Batam. 

Menurut Surya, pihaknya sudah menanyakan banyak pendapat kepada tokoh ulama, ustadz Tengku Zulkarnain dan ustadz Abdul Somad, bahkan ulama Riau, sebelum pelaksanaan pembangunan masjid. Pembangunan masjid tidak hanya tempat ibadah, namun juga sebagai pengembangan ilmu pendidikan Alquran dan Islamic Center, tahfidz Quran, termasuk pembinaan mualaaf. 

“Bagi teman-teman dan masyarakat Bagansiapiapi yang belum sepaham dengan konsep ini, mari doakan untuk pembangunan Masjid Ceng Ho ini secepatnya tercapai dan terialisasi,” harapnya. 

Lambang Kerukunan 

Pendiri Masjid Laksamana Muhammad Cheng Ho Arbian mengungkapkan berdirinya Masjid Laksamana Cheng Ho yang akan dijadikan wisata religi sebagai wujud keragamanan dan kemajemukan dalam kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

“Masjid ini melambangkan toleran antara warga Thionghoa dengan semua suku yang ada di Kabupaten Rokan Hilir. Walaupun berbeda, kita tetap dalam satu ikatan yaitu Bhineka Tunggal Ika,” ucapnya, saat memberikan kata sambutan pada pemancangan pembangunan Masjid Laksamana Muhammad Cheng Ho. 

Arbian juga mengungkapkan pembangunan masjid ini,sebagai ungkapan rasa syukurnya sebagai Anak Rantau Peduli Kampung (ARPK) yang ingin kampungnya maju dan tetap dikenal.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh anak asli Rohil yang sukses di perantauan untuk peduli membangun kampung halamannya. 

“Kampung kita kalau bukan kita yang membangun siapa lagi. Kalau bukan sekarang kapan lagi,” ajaknya. 

Swadaya

Sementara Sekretaris Yayasan Fastabiqul kahirat Surya Arfan MSi mengatakan, pembangunan Masjid Cheng ho ini murni dukungan swadaya para perantau asal bagansiapiapi. Pembangunan masjid ini juga dengan menggunakan hibah tanah dari Pemkab Rohil.

“Masjid ini akan dibangun dengan tanah seluas 2 hektar, 2 lantai dan akan dibuat ornamen seribu kubah dengan seni kaligrafi ornamen Cina dan Melayu,” kata Surya. 

Masjid ini, sambungnyalagi, akan dijadikan tempat wisata religi dan pusat kajian Alquran. 

“Pembinaan para mualaf, taman bermain. Yang jelas masjid ini akan banyak sekali manfaatnya dan menjadi kebanggan masyarakat  Rohil,” pungkasnya. (ADV)