Orang yang Jalannya Lambat Proses Penuaannya Lebih Cepat

Potret Lifestyle

Potret24.com – Orang berusia paruh baya yang merasa cemas dengan kesehatannya saat usia bertambah mungkin perlu memperhatikan kecepatannya saat berjalan.

Kecepatan berjalan ternyata dapat menjadi penanda bagaimana otak dan tubuh seseorang yang berusia sekitar 45 tahun mengalami penuaan.

Orang yang berjalan lambat cenderung menua dengan lebih cepat. Mereka juga kehilangan volume otak lebih banyak di usia pertengahan dibandingkan dengan pejalan cepat. Orang yang jalannya lambat juga memiliki hasil yang lebih buruk dalam hal tes fisik dan mental.

“Pada orang yang jalannya lambat untuk ukuran kelompok usianya, biasanya sudah memiliki banyak tanda-tanda penurunan kesehatan,” kata peneliti senior Terrie Moffitt, profesor psikologi dan neurosains.

Dalam penelitian tersebut, terungkap bahwa orang yang punya penurunan kemampuan akibat faktor usia cenderung berjalan dengan lambat.

“Dibutuhkan banyak sistem tubuh untuk membuat kita berjalan dengan baik. Butuh kondisi jantung yang sehat, paru, sistem saraf, kekuatan, hingga sistem otot dan persendian. Kecepatan berjalan yang baik menandakan sistem tubuh dalam kondisi baik,” kata Dr.Stephanie Studenki, dokter spesialis geriatri.

Para dokter biasanya melakukan tes kecepatan berjalan (gait speed test) pada orang berusia lanjut. Mereka diminta berjalan dalam jarak tertentu dengan kecepatan tertentu.

Semakin lambat seseorang berjalan dalam tes tersebut, makin buruk kondisi kesehatannya.

Walau begitu, penuaan bisa diperlambat dengan mengubah pola hidup, seperti mengonsumsi makanan sehat, olahraga ringan, berhenti merokok, serta menjaga agar tekanan darah, kolesterol, hingga kadar lemak darah, tetap normal. (Lis)

Sumber: kompas.com