free website hit counter

Mengaku Diancam, Eggi Sudjana Laporkan Kapitra

POTRET24.COM – Calon Legislatif Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana melaporkan Calon Legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kapitra Ampera ke Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (25/12/2018). Eggi mengaku diancam oleh Kapitra.

Eggi mengakui, ia tak mendengarkan ancaman itu secara langsung. Kejadian ini bermula saat seorang rekan Eggi wanita berinisial D, berkomunikasi dengan Eggi.

Melalui sambungan telepon pada Senin (24/12), D mengatakan pada Eggi bahwa Kapitra menantang Eggi bertemu langsung daripada berbicara di belakang. Eggi pun menilai ucapan Kapitra itu sebagai ancaman pembunuhan dan memilih lapor pada polisi. “Tidak saya ladeni, kalau saya ladeni saya, saya melanggar hukum,” ujar Eggi. 

“Saya minta polisi tolong diproses, jangan buat situasi tidak kondusif,” ujar Eggi Sudjana menambahkan. 

Kuasa Hukum Eggi Sudjana, Pitra Romadoni, melaporkan Kapitra dengan dua pasal penjerat. Kapitra dilaporkan melanggar Pasal 29 juncto 45 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 182 KUHP tentang Perkelahian Tanding. “Ini kan ancaman pembunuhan” ujar Pitra. 

Laporan tersebut diterima Bareskrim dengan LP/B/1675/XII/20187BARESKRIM teranggal 25 Desember 2018. Dalam pelaporan itu, Eggi mengajak sejumlah saksi yang kata dia ikut mendengar ancaman Kapitra yang disampaikan oleh wanita berinisial D itu. Disertakan pula sejumlah tangkapan layar percakapan whatsapp.

Fitnah

Terkait laporan ke polisi tentang ancaman pembunuhan, Kapitra Ampera menyebut Eggi Sudjana memfitnah dirinya.

“Wah, enggak pernah tuh, kapan saya ngomongnya, ngawur aja itu, nggak pernah, nggak pernah (mengancam membunuh),” kata Kapitra saat dikonfirmasi, Selasa (25/12). 

Kapitra menerangkan, kejadian ini terjadi saat seorang rekannya dari PDIP, perempuan berinisial D berkomunikasi dengan Eggi. Perempuan tersebut mendengar kekecewaaan Eggi pada Kapitra yang dahulu temannya justru menyeberang ke kubu politik lawan, sebagai Caleg PDIP. 

Perempuan berinisial D itu kemudian menyampaikan pada Kapitra kekecewaan Eggi itu. Menurut Kapitra, Eggi memang kerap menyebut Kapitra sesat dan bakal kena azab lantaran bergabung dengan PDIP.

Sehingga, melalui perempuan itu, Kapitra pun menyampaikan agar Eggi menemuinya langsung ketika ada permasalahan. “Bilang sama Eggi, kalau ada apa-apa jangan ngomong di belakang, sini dah langsung, berantem aja lah, itu juga sambil ketawa-ketawa,” kata Kapitra menirukan ucapannya pada perempuan tersebut. 

Kapitra mengatakan, ucapan itu pun disampaikannya dengan santai tanpa ada niat apapun. Tudingan Eggi bahwa ucapan tersebut adalah ancaman pembunuhan dinilai Kapitra berlebihan. 

“Bercanda aja, cemen banget sih, Eggi cari panggung aja itu,” ujar Kapitra.  (Lis)

Print Friendly, PDF & Email
%d blogger menyukai ini: