free website hit counter
Potret Lifestyle 

Kenali Tipe Cemburu yang Bermanfaat Bagi Hubungan

Potret24.com – Rasa cemburu adalah hal yang wajar dalam sebuah hubungan asmara. Bahkan, banyak orang menyebut cemburu adalah tanda cinta. 

Walau begitu, memiliki pasangan yang cemburuan berat tidak menyenangkan. Alasan yang sering diungkapkan orang yang gampang cemburu adalah terlalu mencintai. Padahal, cemburu seringkali timbul karena rasa tidak aman seseorang yang diproyeksikan ke orang lain.

Menurut pakar hubungan, Lesli Doares, ada beberapa jenis cemburu misalnya kecemburuan cemas, cemburu preventif dan cemburu reaktif.

Kenali manakah kecemburuan yang justru bisa jadi “racun” atau perekat hubungan.

1. Anxious jealousy atau kecemburuan cemas

Rasa cemburu ini lebih berorientasi pada masa depan. Ini berkaitan dengan seberapa khawatir kita jika pasangan menjadi tertarik secara seksual atau secara romantis kepada orang lain.

2. Preventive jealousy atau kecemburuan preventif

Rasa cemburu ini biasanya terjadi karena hal di masa kini. Kecemburuan jenis ini biasanya tentang seberapa posesifnya kita terhadap pasangan dan rasa curiga jika si dia melirik orang lain.

3. Reactive jealousy atau kecemburuan reaktif

Rasa cemburu ini biasanya lebih reflektif, seperti menanyakan seberapa marah kita jika pasangan menggoda atau mencium orang lain.

Cara lain untuk membedakan antara tiga jenis kecemburuan tersebut bisa melalui proses psikologis.

Anxious jealousy lebih bersifat kognitif dan melibatkan pertimbangan proses berpikir, sedangkan kecemburuan preventif lebih bersifat perilaku,” ucap Adam Davis peneliti bidang psikologi.

Ia mengatakan kecemburuan reaktif bersifat lebih emosional dan biasanya terjadi karena masalah perselingkuhan.

Manfaat cemburu

Perilaku cemburu menggambarkan hal-hal yang kita lakukan untuk melindungi hubungan yang dimiliki.

Rasa cemburu bisa mendatangkan bahaya jika kita melakukan tidakan seperti mengancam dengan agresi, sengaja membuatpasangan kita iri dengan menggoda orang lain atau memonopoli waktu dan kasih sayang pasangan.

Sebaliknya, rasa cemburu bisa memberi manfaat jika kita meluapkannya dengan hal positif, seperti memberi pujian kepada pasangan, membelikan hadiah, atau makan berdua.

Menurut penelitian yang dilakukan Davis, kecemburuan reaktif yang dialami wanita berkorelasi dengan perilaku positif yang mendatangkan manfaat bagi hubungan.

Wanita dengan tingkat kecemburuan reaktif yang lebih tinggi cenderung meyakinkan pasangannya tentang komitmen dan memberi pasangan pujian.

Sementara  itu, peneliti juga menemukan kecemburuan cemas atau anxious jealousydapat mendapatkan bahaya dan manfaat.

Perilaku negatif ini bisa berupa memanipulasi pasangan secara emosional dan mencoba mengendalikan pasangan.

“Mungkin aneh jika memikirkan kecemburuan jenis tertentu dapat menimbulkan hal positif dan sehat untuk suatu hubungan,” ucap Davis.

Meskipun demikian, kata Davis, kecemburuan bisa memberi sinyal kepada pasangan bahwa kita peduli dan menghargai hubungan. (Lis)

Related posts