free website hit counter
Breaking News 

Kemarau Masih Panjang, Gubri Ajak Bupati/walikota Gelar Salat Istisqa

Potret24.com, Pekanbaru- Kemarau diprediksi masih panjang hingga Oktober nanti. Didera kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Gubernur Riau, H Syamsuar mengajak bupati dan walikota di Riau menggerakkan warga untuk menggelar Salat Istisqa atau salat minta hujan.

“Kabut Asap akibat kebakaran lahan di Riau kian mengkhawatirkan. Kondisi ini cukup berat, karena prediksi dan analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cuaca kering akan berlangsung hingga Oktober 2019,” ujar Syamsuar saat menyampaikan sambutan Salat Idul Adha di hadapan belasan ribu jemaah yang memadati halaman Masjid Raya Annur, Provinsi Riau, Minggu (10/8/2019).

Syamsuar mengungkapkan, dirinya sudah berkeliling ke sejumlah kabupaten dan kota di Riau yang terjadi Karhutla, ditemukan fakta petugas pemadam kesulitan mendapatkan air akibat minimnya intensitas hujan.

“Saya sudah berkeliling ke kabupaten dan kota yang kebakaran lahan, kesulitan mendapatkan air untuk pemadaman api. Mari kita doakan petugas pemadam api, bapak TNI Polri yang masih berusaha memadamkan api selalu diberikan kesehatan,” ungkapnya.

Di tengah kondisi seperti ini sambung Syamsuar, sudah seharusnya umat muslim menggelar doa minta ampun dan Solat Istisqa.

“Ditengah kita mendapat musibah (kabut asap,red). Menurut ramalan BMKG diperkirakan musim kering ini sampai Oktober. Karena itulah kami ajak semua kaum muslimin dan sudah kami sampaikan juga kepada pemuka agama untuk menggelar salat istisqa,” pinta Syamsuar.

Syamsuar mengatakan, kondisi ini sudah disampaikannya kepada sejumlah pihak terkait, mulai dari para kepala daerah hingga pemuka agama untuk segera menggelar doa minta ampun dan salat istisqa.

“Kita sampaikan juga kepada para Bupati, Walikota, Camat mari kita berdoa minta ampun dan doa minta hujan dan menggelar salat istisqa di wilayah masing-masing, agar musibah ini bisa diringankan,” harap mantan Bupati Siak dua periode ini.

Sebagaimana diketahui, kabut asap melanda Riau selama dua pekan terakhir. Bahkan, pantauan alat pemantau kualitas udara, menunjukkan udara di Kota Pekanbaru tidak sehat.

Warga yang menggelar aktifitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker, termasuk para siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA. (Lis)

Related posts