Jurnalis Pasifik-Afrika Bahas Pemilu RI yang Konon Terumit di Dunia

Potret Politik
Potret24.com, Sleman– Anggapan bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di Indonesia merupakan pemilu terumit di dunia menyedot perhatian para wartawan dari media asal negara Pasifik Selatan dan Afrika. Mereka pun diundang oleh pemerintah Indonesia untuk mendapatkan penjelasan langsung terkait Pemilu 2019.

“Kami mengundang wartawan dari 14 negara di Pasifik Selatan dan Afrika berkunjung ke Indonesia, supaya lebih mengenal budaya dan pariwisata Indonesia, dan diplomatik forum mengenai politik dan demokrasi. Apalagi Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dunia setelah India dan Amerika Serikat,” kata Direktur Informasi dan Komunikasi Kemenko Polhukam, Bambang Gunawan, Kamis (11/7/2019).

Hal itu disampaikannya di sela acara Diplomatic Forum ‘The Success of Indonesia in Organizing peaceful and Democratic Simultaneous Elections’ di Hotel Marriot Yogyakarta, Sleman.

“Harapannya mereka bisa menyampaikan ke warganya di negara masing-masing melalui media, kondisi demokrasi di Indonesia. Selama ini mungkin menerima informasi tak langsung, mungkin dari pihak ketiga, kira-kira terima informasi yang cenderung memperoleh persepsi yang keliru tentang demokrasi di Indonesia. Dan sekarang bertemu langsung dengan kita,” jelas Bambang.

Dalam diplomatik forum ini menghadirkan narasumber dari akademisi, Kementerian Luar Negeri dan KPU RI.

“Kita juga mengajak ke Papua, pertimbangannya selama ini negara banyak yang kritisi Indonesia adalah Pasifik Selatan, dan mereka belum terima langsung informasi tentang Papua. Sekarang bisa melihat langsung pembangunan di Papua seperti apa,” imbuh Bambang.

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan menjelaskan, para wartawan dari Pasifik Selatan dan Afrika ini bisa belajar tentang Pemilu 2019 di Indonesia yang dinilai sukses, aman, damai dan demokratis.

“Saya sampaikan Pemilu serentak 2019 itu pemilu paling rumit di dunia, pemilih mencapai hampir 193 juta, lebih dari 810 ribu TPS, dilaksanakan serentak dalam sehari. Mereka umumnya kaget, karena jika dibandingkan dengan India pemilih di sana jauh lebih banyak, tapi tidak selesai sehari, hampir sebulan. Ini di Indonesia yang kami anggap pemilu paling rumit di dunia,” papar Wahyu. (Lis)