free website hit counter
Breaking News 

Asap Kian Pekat, Pemko Pekanbaru Tetapkan Siaga Darurat

Potret24.com, Pekanbaru– Kota Pekanbaru sudah sepekan lebih dikepung asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Pekanbaru menetapkan siaga darurat.

“Iya, kami sudah menetapkan siaga darurat. Penetapannya kemarin, ini saya baru terima surat penetapannya,” kata Kabag Humas Pemko Pekanbaru Abdimas, Selasa (6/8/2019).

Abdi menjelaskan penetapan siaga darurat ini sehubungan dengan kondisi asap yang masih menyelimuti kawasan kota. Asap yang mengepung Pekanbaru merupakan asap kiriman dari sejumlah kabupaten yang ada di Riau.
“Kalau Pekanbaru ini diselimuti asap karena asap kiriman. Kalaupun ada kebakaran lahan di Pekanbaru, ini skalanya kecil dan bisa segera dipadamkan,” kata Abdi.

Terkait penetapan siaga darurat ini, katanya, seluruh komponen TNI/Polri dan jajaran Pemkot Pekanbaru harus tetap bersiaga terkait karhuta dan asap.

Siaga karhutla ini juga nantinya akan melihat perkembangan asap yang terjadi, termasuk akan ada evaluasi. Bila asap tetap pekat, akan ada kebijakan meliburkan sekolah.

“Tapi kebijakan itu (libur sekolah) akan menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Pekanbaru. Kewenangan apakah harus diliburkan saat asap pekat ada di Dinas Pendidikan,” kata Abdi.

53 Hotspot
Titik panas (hotspot)  di Riau terus bertambah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selasa (6/8/2019) jumlahnya mencapai 53 titik.
BMKG Pekanbaru, merilis sebaran titik api sejumlah kabupaten. Ada 53 hotspot yang terpantau berdasarkan satelit Terra/Aqua.
Sebaran itu terdapat pada level confidence 70 persen paling banyak di Kabupaten Rokan Hilir 19. Di susul Kabupaten Indragiri Hilir 12, dan Pelalawan 13. Untuk Kabupaten Bengkalis dan Kampar masing-masing ada 2, serta Siak 5.

“Jarak pandang pagi ini di Pekanbaru 2 Km. Kondisinya diselimuti asap,” kata Staf Analisis BKMGK Pekanbaru, Sanya.

Jarak pandang terbatas karena asap juga terjadi di Kota Dumai dan Kabupaten Pelalawan hanya 3 Km. Cuaca di Riau umumnya berawan tidak ada hujan.

“Cerah berawan dan berpotensi jarak pandang (visibility) berkurang akibat adanya asap,” kata Sanya dalam rilisnya ke wartawan.

Kota Pekanbaru pagi ini, lagi-lagi dikepung asap tebal imbas Karhutla. Jarak pandang pun kian terbatas. Kondisi asap pada pukul 08.00 kian pekat dibanding satu jam sebelumnya.

Walau demikian, masyarakat masih tetap beraktivias seperti biasa. Sejumlah warga yang menggunakan kendaraan roda dua mulai ramai yang menggunakan masker.

Aktivitas pendidikan dari berbagai tingkatan masih berjalan normal. Belum ada sekolah yang diliburkan terkait asap kebakaran lahan ini. (Lis)

Related posts